Masih mahasiswa

October 22nd, 2007 by dinandz

Jika seluruh hal dalam kehidupan ini adalah ideal, maka seharusnya semua berjalan sesuai dengan rencana. Semuanya berjalan dengan sempurna. Tetapi sayangnya tidak. Banyak hal-hal dalam kehidupan ini yang tidak sesuai dengan rencana, bahkan bertolak belakang.
Sebenarnya yang ingin saya soroti adalah mengenai kehidupan pribadi ku sebagai seorang mahasiswa. Ya, seorang mahasiswa. Mahasiswa tingkat akhir yang seharusnya telah menyelesaikan masa studi nya di kampus. Namun begitulah hidup, tidak ada yang ideal. Aku masih menyandang status sebagai seorang mahasiswa. Berusaha mengalahkan perasaan menjadi seorang pecundang, melihat teman-teman telah lulus bahkan bekerja.
Tetapi dibalik semua hal-hal yang keliahatannya tidak mengenakkan, ternyata ada beberapa hal yang layak untuk disyukuri atas status masih menjadi mahasiswa.
Setelah beberapa bulan akhirnya menyadari kalau tidak sia-sia aku belum menyelesaikan studi di kampus (mungkin terdengar seperti pembbelaan diri). Apapun itu, tetapi di masa-masa ini justru aku memahami kalau selama ini aku masih menjadi seorang manusia yang mengandalkan kekuatan sendiri. Tanpa pernah melibatkan Oknum lain di luar sana yang berkuasa untuk mengatur kehidupanku. Hikmah lain yang bisa diambil dari ke "belum" lulusan ini, aku masih memilki waktu untuk menambah skill, ilmu, bahkan untuk menulis blog. Selain itu, aku masih memiliki waktu untuk berpikir kemanakah aku kelak setelah menyelesaikan studi di kampus ini. Aku masih memiliki waktu untuk berbagi bersama teman-temanku.Meskipun beberapa orang teman dekat telah lulus dan tidak bersama denganku lagi. Setidaknya aku masih memiliki waktu untuk lebih mengenal teman-teman yang tersisa. Aku tidak mengetahui entah hal apa lagi yang mungkin bisa kuperoleh di masa-masa sekarang ini. Tapi aku yakin, pasti ada hal baru yang bisa diperoleh. Meskipun sulit dipungkiri, merupakan hal yang meyakitkan melihat teman-teman senagkatan memakai toga dengan senyum yang tersungging di wajah mereka. Yah, semuanya udah memiliki bagiannya. Semangat diriku.

PS :     *Blog ini ditulis untuk mengusir kebosanan ketika menunggu teman yang                     harus menyelesaikan sesuatu.
           *Blog ini juga ditulis sebagai dorongan untuk teman-temanku yang masih                 harus berjuang dengan tugas akhir. Mari semangat teman-teman.

Untuk sebuah nama

August 17th, 2007 by dinandz

Wahai Engkau yang ada disana
Senyummu kekuatan bagi jiwa
Tawamu hiburan dikala gundah hati ini
Kicauan suaramu sumber kehangatan bagiku
Kau pemberi sinar bagi sumber cahaya
Ooo
Aku kehilangan kata-kata,
Ketika namamu disebut
Beritahu aku,
cara untuk merebut hatimu
karena aku belum menemukan petunjuk

Izinkan aku
tuk menyebut namamu dalam doaku
Apakah Engkau tercipta untukku?
Ragu hati ini bagaikan berjalan dikegelapan malam
Cinta..

One little thing

August 14th, 2007 by dinandz

Aku membuat tulisan ini ketika aku berada di rumah kontrakan baru milik OH. Ditengah kebingunganku karena tidak tau mau mengerjakan apa, akhirnya aku meminjam notebooknya Finley. Makasi bro. Kau emang sodara KTB yang baik. Hehe. Setelah bosan mengeksplor isi notebook, akhirnya aku menemukan ide tentang apa yang layak untuk terpampang di blog ini.

Aku teringat kejadian yang baru saja aku alami hari ini. Hal yang mengajarkan padaku bahwa hal yang kecil dapat mengakibatkan hal yang besar. Dalam hal ini adalah sebuah sms (short message service). Sabtu kemarin, aku melakukan hal yang tidak aku rencanakan sama sekali. Sepulang dari lab sekitar pukul 10, aku mengeluarkan ponselku dari saku celana. Tanpa pikir panjang, aku mengetik sebuah pesan kemudian mengirimkannya pada seorang teman. Setelah pesan tersebut terkirim, aku tidak begitu perduli apakah pesan tersebut dibalas atau tidak. Yang ada dalam pikiranku adalah, setidaknya aku udah mengririmkan sms. Sebab aneh rasanya jika seharian tanpa mengirimkan sms pada orang lain. Akhirnya malam itu berlalu begitu saja, tanpa ada hal yang luar biasa terjadi.
Keesokan harinya, tepatnya hari Minggu, aku melihat efek yang luar biasa dari pesan yang telah terkirim semalam. Ketika aku bertemu dengan temen tersebut, sungguh aku tidak pernah menyangka kalau efeknya sedemikian hebat. Ketika itu dia bercerita bagaimana dia merasa dikuatkan oleh pesan tersebut. Dia juga mengucapkan terimakasih untuk sms tersebut. Wow, dalam hati aku berpikir, aku menyesal ketika aku mengirmkan pesan tersebut dengan motivasi yang hanya untuk iseng-iseng. Hal ini membuatku menyadari kalau hal kecil yang menunjukkan kepedulian kepada sesama ternyata bisa berdampak begitu besar bagi sesama tersebut. Aku menyadari kalau selama ini aku lebih banyak menghabiskan pulsa ku hanya untuk orang-orang yang ingin aku rebut perhatiannya. Sungguh memalukan. Mengemis belas kasihan demi keegoisan pribadi. Keegoisan berkedok keperdulian. Padahal mungkin banyak orang-orang yang memiliki masalah entah dimanapun berada membutuhkan sekedar sapaan yang bisa memberi dia kekuatan. Sentuhan kecil bisa memberikan satu perubahan yang besar. Aku meyakini akan hal ini.

Oops, berhubung Finley sudah mulai curiga atas apa yang aku kerjakan, sebaiknya tulisan ini disudahi saja. Soli deo Gloria.

Keep on Moving

July 15th, 2007 by dinandz

    Selama seminggu ini saya memiliki cukup banyak waktu untuk merenung. Hal ini mungkin dikarenakan sedikitnya orang-orang yang saya temui untuk diajak berinteraksi. Begitu banyak kesempatan-kesempatan dimana saya hanya seorang diri. Mulai dari ketika duduk ditrotoar pukul 5 pagi sambil menikmati udara pagi kota Bandung, kemudian ketika duduk diatas bus Bandung-Jatinangor atau ketika dalam perjalanan pulang dari dipati ukur menuju rumah kost, bahkan ketika  apa yang diebut insomnia semakin merajalela. Sembari menggeliat-geliat diatas kasur yang lumayan empuk, pikiran mengembara entah kemana. Merenung, berpikir akan apa yang telah terjadi dalam kehidupanku. Aku menyadari kalau selama ini banyak mengeluh akan hal-hal yang tidak layak dikeluhkan. Manusia seringkali merasa kalau apa yang diperolehnya bukan hal yang luar biasa, bukan hal yang patut disyukuri. Manusia seringkali mengharapkan banyak hal, tetapi tidak mau berusaha untuk mencapai apa yang diharapkan. Hanya berharap tanpa berbuat apakah itu layak dilakukan? Tentu saja tidak. Ibarat para pelaut yang hanya mengharapkan angin bertiup sehingga kapal dapat melaju dengan kencang, tetapi mereka tidak mengembangkan layar kapal demikian seorang manusia yang hanya mengharapkan sesuatu yang besar, indah, tanpa melakukan hal yang bisa ia lakukan. Demikian juga dengan doa yang dilakukan tanpa berusaha. Bukan berarti saya adalah orang yang anti dengan doa-doa. Tetapi bagi saya rasanya tidak adik jika kita hanya berdoa tanpa berusaha.Demikian sebaliknya.
Saya teringat akan kehidupan saya beberapa bulan yang lalu, ketika apa yang saya peroleh sangat jauh dari apa yang saya harapkan. Tentu saja ini mengakibatkan satu kekecewaan yang sangat mendalam bagi diri saya. Namun setelah mengoreksi diri, saya menyadari kalau ternyata apa yang telah saya lakukan belum apa-apa dibandingkan apa yang saya harapkan. Saya menyadari kalau saya sering kecewa akan sesuatu, tetapi tidak melakukan apa-apa untuk sesuatu tersebut.
Seorang teman pernah berkata begini pada saya, Mungkin kita sudah berusaha sebaik mungkin, bahkan sampai berairmata darah, garuk-garuk aspal namun ternyata kita tidak memperoleh apa yang kita harapkan. Tidak apa-apa. Bagi saya (teman saya-red) tidak apa-apa mengalami kekalahan, yang terpenting adalah kekalahan tersebut diperoleh dengan cara terhormat. yang penting adalah kita telah melakukan apa yang menjadi bagian kita. Kemudian tinggal menyerahkan nya pada Tuhan.
Akhirnya melalui perenungan-perenungan saya selama ini, saya menyimpulkan bahwa manusia tidak layak mengeluh jika dia belum berusaha semaksimal mungkin. Walaupun mungkin manusia telah melakukan yang terbaik, namun hasilnya tetap bukan apa yang diharapkan, percayalah kalah secara terhormat lebih indah ketimbang menuntut sesuatu yang tidak layak kita peroleh karena kita tidak berusaha. Selain itu, saya meyakini kalau ada sesuatu yang indah dibalik semua itu. Saya mau belajar untuk mengimani dan mangamini kalau segala sesuatu indah pada waktunya. So, let’s keep on moving and keep on going.

Antara “Monte Carlo” dan “Destilator”

March 27th, 2007 by dinandz

Jika aku memandang ke belakang, yaitu keseluruh
bagian dari kehidupan yang telah aku lalui baik suka maupun duka, aku merasa
kalau saat sekarang ini adalah saat dimana aku sulit untuk membuat suatu
keputusan. Ketika aku dihadapkan pada dua pilihan yang hampir mirip, dalam hal
efek yang mungkin akan terjadi dalam kehidupanku. Yah, antara ”monte carlo”
atau ”destilator”, begitulah aku menyebutnya. Ketika pertama kali aku
memberanikan diri memilih ”monte carlo”, hari-hari kulalui dengan ceria.
Seolah-olah hidup ini tanpa beban. Setiap hari berusaha untuk mengenalnya dan
memahaminya. Sampai-sampai aku merasa berada pada satu titik dimana aku
memiliki keyakinan kalau aku tidak salah jalan. Tetapi ketika hal itu terjadi,
semuanya berubah, mimpi-mimpi yang selama ini kubangun hancur sudah. Yup,
ternyata semua tidak sesuai dengan perkiraan. Asumsi-asumsi yang selama ini
digunakan ternyata salah total. Semuanya hancur. Tidak seindah yang
dibayangkan.

 Mencoba ”lari” dari
masalah, aku mengalihkan perhatian ke ”destilator”, dengan harapan bisa segera
melupakan ”monte carlo”. Kembali, dengan menggebu-gebu mencoba memahami ”destilator’,
mencoba berusaha mengenalnya lebih jauh, berusaha memahaminya. Tetapi apa yang
kudapat lagi-lagi tidak sesuai dengan harapan. Tidak semudah yang diperkirakan.
Semakin aku mengenalnya, semakin aku tak kuasa melupakan ”monte carlo”. Usaha-usaha
yang kulakukan untuk menghapusnya dari ingatan seolah-olah malah semakin
membuatku mengingatnya. Berusaha menghindar, tidak bisa. Seolah-olah dia
memiliki satu jerat yang tak akan pernah mampu aku lepaskan. Malah semua memori
tentang sang ”monte carlo’ terulang kembali layaknya video clip yang diputar
dikepalaku. Senyum ramah sang ”destilator” hanya semakin membuat hatiku semakin
hancur. Merasa kalau sulit sekali membuat satu pilihan. Ingin aku berkata pada
destilator, aku tidak mampu melepaskan diri darinya.

 Akhirnya beginilah adanya.
Berada diantara ”monte carlo” dan ”destilator”. Dimana keduanya seolah-olah
sayup-sayup memanggil namaku. Tanpa tau harus kemana melangkah. Mungkin hanya
masalah waktu. Yang dibutuhkan hanya kesabaran, ketekunan, dan keberanian untuk
menerima semua konsekuensi dari pilihan yang akan aku tetapkan.

Hmm, aku membuat tulisan ini ketika aku mendengarkan lagu ”Heaven
Knows”.
Yup, aku mengiyakan semua kata-kata lagu ini. Maybe
only Heaven Knows.

Valentine oh Valentine

February 15th, 2007 by dinandz

Yup, 14 Februari. Orang-orang pada sibuk ngerayain hari yang katanya hari Valentine, dimana kita bisa berbagi kasih sayang dengan orang yang kita sayangi. Bagiku biasa aja tuh. Hehehe. Wajar sih.

Tapi hari ini banyak kejadian unik yang tidak layak untuk dilupakan begitu saja. Pertama, bertepatan dengan hari Valentine ini, sodara PA ku ultah yang ke 22. Met ultah Fin. Moga TA mu cepat selesai ya. Hehehe.Tadinya kami berencana rayain bareng-bareng. Tapi sayangnya gak jadi. Tenang – tenang, masih ada lain waktu.

Hari yang menyesakkan ini diawali dengan kondisi dimana bangun pagi menjadi suatu keharusan untuk mengikuti kuliah ”aliran dua fasa” yang mahasiswanya cuma tiga orang. Untung kuliahnya di Lab, jadi lumayan dekatlah dari gerbang. Nyampe di PAU, Lab belum dibuka. Ok, jadinya nunggu di depan PAU bareng dua temen sambil melemparkan pandangan ke adek-adek TPB yang berlalu-lalang. Hahaha. Mulai deh kami bertiga ngomong gak penting. Sok-sok gak perduli sama yang namanya Valentine. Padahal dalam hati, yah….

Akhirnya udah bosen ngeliat para adek-adek TPB tercinta, kami masuk. Dan horee, si pak dosen belum datang. Yang ada hanya si Khulsnec (sori kalo salah tulis Mister). Ternyata dia temen kuliah kami. Nambah deh satu lagi. Pas nyampe di depan kelas si Khulsnec nanya ”Sorry, is this the Two Flow Phase and Heat Transfer’s class”. Yaikss, saking kagetnya keluar kata-kata sok mantap. “Yes, we are in the same class, but the lecturer doesn’t come yet” (gak tau benar apa salah!). Gak tau kenapa, tiba-tiba kami bertiga (Indonesian students of course. Hehehe) sepakat “jalan-jalan” ke lantai 8. Kalo aku sih senang-senang aja, daripada diajak ngomong lagi sama si bule. Nyampe diatas, melongok lewat jendela. Hmm, udaranya segar. Sekilas melintas bayangan akan sesuatu di kepala. Semua kenangan-kenangan lama terlintas. Yang membuat aku dan temanku tertawa merana. Akhirnya kami sadar kalo ini adalah tempat yang paling sering jadi topik pembicaraan akhir-akhir ini. Walaupun gak terwujud. Jangan sampe lah..

Setelah sekian menit, kami turun kembali ke kelas. Ternyata dosennya belum datang. Jadinya pulang deh. Sekitar jam 2 main ke kost temen. Huuh, ni anak sok asik lagi. Sok ngerayain Valentine, nyetel lagu My Valentine-nya Martina McBride. Padahal paginya telah tercapai kesepakatan bahwa kami adalah kelompok pria-pria yang tidak merayakan Valentine karena alasan yang sangat logis. Huahaha.

Sore balik ke kost, temen kost ngetok pintu kamar. ”Ferdinan, nih ada paket buat kamu”. Hah? Gak salah tuh. Ternyata, aku dapat paket Valentine lho. Sekantong cokelat + apel. Sayangnya gak sempat nyicipin berhubung harus segera berangkat ke GII. Seperti yang diduga sebelumnya, semua serba pink dan hiasan berbentuk hati. Tapi asik juga sih, PD nay jadi unik, lain dari pada biasanya.

Selesai PD, ketemu teman yang bilang ”Met Valentine Bang”. Dengan PD-nya keluar jawaban ”Sori, gak merayakan”. Eh, malah diejek sama dia. Payah.

Hmm, trus kejadian lain yang terjadi di hari yang kelabu ini yang gak kalah penting, dan akan tetap ada di memori. Hari ini aku memutuskan ganti topik TA. Meskipun berat, apa boleh buat. I’m giving up!! Asli, gak ada progress. Harus segera diganti untuk hidup yang lebih baik. Pelajaran juga nih, urusan TA hampir mirip sama urusan TH lho. Sulit rasanya untuk berpaling ke lain topik, sesulit berpaling ke lain hati. Butuh perjuangan keras untuk berpaling. Hehehe.

O iya, kejadian yang satu ini juga gak boleh dilupakan. Hari ini, air dari PDAM di kost resmi diputus, akibat lupa membayar uang air bulan November. Dasar teledor. Payah. Buat temen-temenku yang di Plesiran, aku numpang mandi ya. Hehehe.

Haaaah, Valentine oh Valentine. Akhirnya kau berlalu juga. See you next year in a different way.

Visi, perlukah?

February 1st, 2007 by dinandz

 

Sebenarnya perlukah sebuah visi dalam hidup?
Pertanyaan ini sempat hinggap didalam kepalaku beberapa bulan yang lalu saat
aku masih menjabat sebagai seorang koordinator bidang di suatu organisasi di
kampusku. Sang koordinator umum sering sekali menyampaikan pada kami para
koordinator bidang tentang pentingnya suatu vis dalam melakukan suatu
perkerjaan atau pelayanan..Namun reaksi yang aku berikan kepada sang
koordinator hanya sebatas manggut-manggut meng-iyakan. Tetapi didalam hati
berkata: bodo ah, yang penting aku menjalaninya dengan baik. Tidak perduli apa
yang akan aku capai didepan.

Hal ini tetap berlanjut
dalam rentang waktu yang cukup lama. Aku buta dan tidak perduli apa visi dari
organisasi tersebut. Termasuk juga visi hidup, aku buta dan bahkan tidak
perduli akan hal ini. Aku tidak mau tau untuk apa aku diciptakan, untuk apa aku
ada didunia ini. Perasaan yang seolah-olah berada pada zona aman sering
membuatku tidak perduli akan apa yang harus aku kejar. Ternyata hal ini
berakibat fatal. Aku sepertinya kehilangan tujuan hidup. Aku menjalani semuanya
dengan sesuka hati tergantung mood. Karena
dilakukan sesuai dengan suasana hati maka hasilnya tentu saja jauh dari yang
disebut maksimal. Seringkali rasa bosan, capek, malas mewarnai seluruh
kegiatanku. Jika ada orang lain atau anggotaku yang tidak berbuat sesuai dengan
yang aku harapkan, yang ada hanyalah emosi yang membuat aku lupa kalau yang aku
lakukan ini seharusnya untuk Tuhan. Program-program kerja yang telah disusun
sering tidak terlakasana dengan baik. Bahakn boleh dikatakan sangat buruk. Yang
sampai saat ini menyisakan rasa penyesalan dalam diriku. Seandainya saja aku
diberi kesempatan untuk memperbaikinya. Tapi ya sudahlah, semuanya sudah
berlalu. Hal ini juga terjadi dalam aktifitas sehari-hari yaitu kuliah.
Seringkali rasa bosan, malas, tanpa arah membuat aku tidak bisa memperoleh yang
terbaik. Yang ada hanyalah pemberontakan terhadap Allah.

Namun seiring dengan
berjalannya waktu hal itu berangsur-angsur diubahkan. Aku semakin memiliki
keyakinan akan pentingnya suatu visi. Aku mulai mengerti akan pentingnya suatu
visi. Ibarat seorang pemain bola yang berusaha mencetak gol ke gawang lawan. Sang
pemain bola memiliki visi yang jelas yaitu mencetak gol. Hal ini membuat dia
mau berusaha semaksimal. Rela berlari kesana kemari untuk memperoleh peluang
mencetak gol.

Visi ternyata membuat seseorang
mampu bertahan hidup.Visi membuat seseorang memiliki kemampuan untuk menggali
potensi-potensi yang ada dalam dirinya yang selama ini tersembunyi. Visi
membuat seseorang mampu memprioritaskan apa yang akan dikerjakan.

Sekarang giliranku untuk
mencapai visi yang telah Allah sediakan untukku. Walaupun masih butuh waktu
yang tidak singkat untuk mengetahui visi Allah dalam hidupku, aku harus tetap
maju. Aku harus mengetahui apa tujuan hidupku ada didunia ini. Dan aku harus
memperbaiki kesalahan-kesalahan diwaktu dulu yang masih memungkikan untuk
diperbaiki. Meskipun ada harga yag harus aku bayar untuk hal itu. Bagaimanapun
juga, semuanya akibat kelalaianku. Aku harus tetap maju. Soli Deo Gloria.

 

 

PS: Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membaca. Kutujukan untuk teman
kostku B’Leo (EL’02) yang baru aja lulus (nyambung gak ya?
). Semoga kau menemukan visi Allah dalam hidupmu.
Selamat wisuda ya bang. Makasih traktirannya.

  

Sabar, sabar

January 29th, 2007 by dinandz

Hmm, beberapa hari ini aku belajar tentang pentingnya sikap sabar dan pentingnya nahan emosi.
Sabtu malam jalan bareng Rajh ke gramed Paris Van Java. Yaah, apa boleh buat, cuma bisa malam mingguan ama temen jurusan dan bikin tampang sebel liat co2 yg jalan bareng ce. (Sirik tanda tak mampu). Huahaha. Lanjut.. Setelah ketemuan di kostnya si Rajh, mulaid bingung mutusin naik angkot dari mana. Ada dua opsi,mo dari suharti apa dari pasteur. Akhirnya dengan ilmu ke-sotoy-an yg tinggi kami mutusin lewat suharti aja. Biar lebih cepat n lebih dekat. Tadinya mo naik angkot ke suharti. Trus berhubung belum ada angkot n lagi2 sotoy menganggap kalo suharti itu deket, kami jalan kaki dari premier ke suharti. Ternyata,  nyampe di suharti udah pegel2. Akibat gak sabaran dan maunya  jalan pintas aja, eh malah jadi capek. Akhirnya nyampe di gramed, mulai pilih2 barang yg mo dibeli. Udah dapat, giliran mo bayar malah bingung. Abis kasirnya segudang. Akhirnya milih yg keliatannya sepi. Ternyata, ibu yg ada didepanku belanja sampe ratusan ribu, udah itu pake credit card yang jelas2 si mbak kasir masih bingung makenya. Wajar sih, hari pertama. Akhirnya nunggu ampe 15 menit, gak sabar langsung aja pindah ke kasir yang lain yg paling dekat. Ehh, ternyata lagi2 ada ibu2 yg pake credit card. Nunggu lagi deh. Hmm, tnyta masalahnya sama kayak kasir yg pertama. Pas melirik ke kasir yg pertama, tnyta si ibu tadi udah selesai dan sekarang udah digantiin ama orang lain. Mo balik kesana, tnyta antriannya udah panjang. Kahirnya pindah lagi ke kasir yang lain yg kelihatannya dikit yg ngantri. Lagi2 salah duga, yg ngantri rame. Ya udah lah, pasrah aja nunggu ampe beberapa menit. Akhirnya tiba giliranku. Huuh, ini nih akibat gak sabaran. Yang harusnya bisa cepat, jadi malah lama. Kaki pegel2.
Besoknya gereja pagi. Khotbahnya nyinggung ttg nahan emosi lagi. Ok2, dengan lagak sok ngerti aku manggut2. Nyampe di luar, nungguin si sodara PA mo "main" ke banda. Untung nunggunya gak gitu lama. Trus, ke parkiran mo ambil motor. Tnyta dia lupa bawa helm. Urghh, menyebalkan. Untung bisa sabar n nahan emosi. Jadinya beli helm baru. Udah itu nunggunya lama lagi. Yeah, menunggu emang membosankan. Siangnya semua urusan selese, test udah dijalani dan hasilnya sepertinya lumayan. Huahaha.
Malamnya ada urusan. Aku harus segera pergi ke suatu tempat. Walaupun hujan tetep dijalani. Kaki melangkah menuju angkot. Setibanya di angkot, masih aja si angkot belum maju. Lirik2 keluar, tynyt Cisitu lagi macet berat. Aku cuma bisa bilang ke diri sendiri, sabar2. Setelah 20 menit, akhirnya sang angkot maju. Nymape gandog, ban angkot pecah. Horeee!! Lagi-lagi menunggu. Akhirnya nyampe juga ke tujuan.
Berhubung kondisinya tidak memungkinkan untuk kembali kekost, akhirnya nginap disana. Setelah melihat kekalahan Arsenal yg cukup membuat hati terkoyak-koyak. Sampai2 gak tega melihat pertandingan sampai selesai. (FYI, ternyata hasil akhirnya imbang lho. Baguslah). Akhirnya mata terpejam juga. Tiba2 ponsel bunyi, ada telp masuk. Sekilas terlintas memori di Batam. Hehehe. Akhirnya aku terbangun, lihat layar HP trnyata no nya gak ada di memori hp. Karena kesal udah merasa terganggu, dengan  sekuat tenaga mencet tanda reject. Lihat jam, haah udah jam01.30. Huuuh, kesal, emosi, marah. Karena saking marahnya, gak bisa tidur d. Selalu kebayang orang yg nelp tadi. Membayangkan kenapa dia tega merampas hak tidurku yang udah direduksi akibat ngerjain tugas kul. Sekitar bbbrpa jam akhirnya tertidur lagi, mimpi aneh lagi. Bangun2 udah jam 05.55. Padahal ada janji jam 6 di Cipaku. Huuhuuhuhh, rasanya mo nangis. Udah, kurang tidur ehh, terlambat pula. Coba aja gak marah dan gak perlu mikirin si penelp misterius, mungkin tidurku cukup, paling tidak lebih baik. Kenapa ya rasanya susah bersabar+nahan emosi? :(

Tips buat ngabisin liburan

January 11th, 2007 by dinandz

Berhubung ni lg masa2 liburan semester (khusunya anak2 ITB), ni ada beberapa tips buat temen2 yang bingung liburan mo ngapain. Tapi sebelumnya, buat yang ngabisin liburan di tempat ortu, mending ga usah dipraktekin deh. Because, family gathering is one of the most wonderful things in this world. Ok2, kita mulai aja ya tipsnya. Nih:

1. Nginep di kost/dirumah temen.
Percaya deh, ini ampuh bgt buat ngisi liburan. Melalui hal ini kita bisa dapat         banyak hal lho. Kita bisa lebih mengenal temen kita. Bisa sharing ttg pergumulan hidup:). Di momen inilah kita bisa saling mengenal ama temen kita. Bisa aja lho, temen yg tadinya pendiam n tertutup jadi mau membuka diri. Banyak yang bisa kita lakuin bareng temen. Main PS (jadi inget tumpal dkk. Hehehe), nonton dvd, ngobrolin kecengan. Huahaha. Asiik deh pokoknya.

2. Baca buku
Sebaiknya sih buku yg dibaca jgn berhubungan ama kuliah. Kecuali buat yg mo lulus Maret, y gpp d. Met berjuang. Pilih buku yg santai, kayak novel, komik, ato buku2 pengembangan diri. Pokoknya bacaan yg bisa dimengerti walaupun bacanya sambil tiduran.

3. Belajar software2

Nah, buat yg senang duduk didepan kompi berjam-jam, tips ini cocok nih. Banyak kan program2 yg keren2. Kayak photoshop, corel, dll.

4. Jalan2 bareng temen2
Ini juga asik nih. Gak perlu ngabisin duit banyak, cukup sediain duit buat ongkos. Bisa ke mall, gramed, dll. Kalo mo belanja kebutuhan bulanan juga asik kok. Hahaha. Apalagi kalo semunya pada jomblo, asiik lho. Bisa ttawa sepuasnya. Gak ada beban.

5. Jalan2 ke kota lain

Mungkin ini agak ngabisin duit, tapi kalo sekali2 gpp lah. Misalnya main ke t4 temen smu di Jogja. Wow, nih asik nih. Selain bisa mengenal kebudayaan baru. Bisa dapat temen baru lho. Bisa makin akrab juga ama temen kita tadi.

6. Bersihin kost2an
Nah buat anak2 kost, biasanya kan jarang tuh bersihin kostan. Apalagi pas masa2 ujian + tugas2. Wow. Nah ini saatnya, sekali2 bantuin ibu kost. Bisa beresin barang2 digudang. Bersihin kamar mandi, nyikat bak mandi, dll. Sekali2 nyapu + ngepel juga gpp kan?

Mungkin itu aja deh. Gak kepikiran lagi. Buat yang mau nambahin, silakan…!
Have a nice holiday.

Dedicated to all my friends in Bandung Institut of Technology, especially Frank, Chris, Tumpal, Kardi, and all the Plesiran’s guy. Nice to know u guys.

Life Must Go on

January 8th, 2007 by dinandz

Yup, life must go on. As my friend said. Even the fact is not same as ur wish.

"There was nothing say the day you left
I just filled a suitcase full of regrets
I hailed a taxi in the rain
Looking for some place to ease the pain
 
Then like an answered prayer
I turned around and found you there
 
You really where start
Fixing a broken heart
You really know what to do
Your emotional tools
Can cure any fool
Whose dreams have fallen apart?
Fixing a broken heart"

Hmm, lagu ini udah kayak obat tidur. Tiap dengerin nih lagu, serasa kebawa ke alam mimpi. Apa mungkin karena lagi ngalamin ya. Eits, jangan salah. Gak semua "broken heart" itu hanya karena urusan cinta lho. Walopun kebanyakan karena itu sih. Hehehe. Kalo fakta yang terjadi didalam hidup gak sesuai dengan kenyataan rasanya itu juga bisa bikin patah hati kok. Just like me now. Udah berharap penuh akan sesuatu ato seseorang, eh yang didapat malah sebaliknya. Hal2 kayak gini nih yang bisa bikin stress, males ngapa2in. Bawaannya bt sepanjang hari. Tapi untungnya, aku masih punya temen2. Thx bro2 ku anak2 ms03 yang selalu menghibur dengan canda tawa. Huahahaha. Kapan2 nginep bareng lagi ya.
Gimana juga "life must go on". Gak peduli apa yang terjadi dalam hidup ini. Harus tetep dijalani. Aku udah dikasih anugrah untuk hidup. Yang perlu dilakukan hanyalah menjalani kehidupan dengan sebaik2nya. Tapi, muncul satu masalah lagi nih. Apakah aku udah menjalani hidup dengan baik? Trus kehidupan yang gmn bisa dibilang baik ya? Pastinya sesuai dengan standard-Nya. Kalo dievaluasi, hidupku masih jau dibawah standard dong. Tetap aja ngeluh, capek kuliah. Padahal banyak anak2 yang ga bisa kuliah karena mereka ga punya kesempatan untuk itu. Trus, tetepa aja buang2 pulsa hanya untuk gombalin ce, padahal banyak anak yang ga bisa makan karena ga ada uang. Ck, ck, ck. Parah ya. Coba aja duit buat pulsa ditabung. Sepertinya yang jadi resolusi tahun ini yaitu : ubah sikap dan jalani hidup dengan baik. Sapatau dengan mengubah sikap dan menjalani hidup dengan baik, satu orang brengsek di dunia ini berkurang. Walopun satu tapi lumayanlah.

Again,
Life Must Go on. Keep Fighting, Never Give up.